Jumat, 28 Februari 2014

PENGELUARAN menjadi PENGHASILAN

Kini saatnya memanfaatkan HANDPHONE yang selama ini hanya di gunakan untuk telpon dan sms an doang,
sekarang maksimalkan penggunaannya dan jadikan Handphone Anda sebagai MESIN UANG untuk Anda....


MENGUBAH PENGELUARAN Menjadi SUMBER PENGHASILAN Hanya melalui HANPHONE aja.




INFO  LENGKAP. HUBUNGI ; 0857 307 9000 8

Selasa, 19 Maret 2013

Sukses Dunia Akhirat


Insya Allah Anda
Pasti Bisa , Pasti Sukses , Bersama
PT ARMINA UTAMA SUKSES (ARUS)

Mewujudkan  Niat Anda ke Tanah Suci untuk Beribadah Haji dan Umroh
Dengan Biaya yang Relatif Pasti akan Murah dan Bisa GRATIS. dengan  Membayar DP
Ø Umroh                  Rp  3.500.000,-
Ø Haji Plus              Rp  5.000.000,-

 Pelunasannya        :
·         Dapat Dicicil ( tanpa batas waktu ).
·         Dapat Hasil Usaha (INCOME).
·         Dapat Referensi (Fee) Tambahan dan Diskon.
  

VISI DAN MISI KITA
Beribadah, Mencari Pahala, Dan Solusi Gratis Pelunasannya
 
1.     Mengajak Seluruh Masyarakat Untuk Beribadah Ke Tanah Suci.
·         Berangkat Sekeluarga atau Rombongan akan mendapat Diskon
·         Berangkat Ibadah dengan Armina mendapat tambahan Pahala
·     Membantu orang lain atau calon jemaah (saling bekerja sama) yang mereferensikan  akan dapat beribadah seperti anda juga 

   2.     Meningkatkan Taraf Hidup Keluarga Dan Masyarakat.
·         Menambah Income Keluarga
·         Mendapatkan Biaya Tambahan Untuk Keluarga
·     Membantu Orang Lain Bisa Berangkat Ke Tanah Suci, Khusus Calon Jemaah Yang Tidak Mampu
·         Membantu Masjid, Pesantren, Yayasan Anak Yatim Atau Siapa Saja Yang Akan Anda Niatkan Untuk Dibantu Menjadi Tambahan Pahala Anda.
·         Rejeki Anda Akan Bertambah ( Insya Allah.. Amin..)

3.Memberikan solusi

       ·        Mewujudkan Niat Anda Pergi Ketanah Suci  
      ·        Membantu Meringankan Masalah Biaya Anda


 JUTAAN RUPIAH BAHKAN BISA PULUHAN JUTA RUPIAH
 
·  Rp. 1.500.000,- Untuk Mereferensikan Umroh / Haji
·  Rp. 2.500.000,- Untuk Mereferensikan Haji Plus
·  Rp. 500.000,- Tambahan Hasil Pasangan Anda
·  Rp. 1.000.000,- Tambahan Hasil Kerja Dari Pasangan Anda

 
SANGAT LUAR BIASA SEANDAINYA ANDA MANFAATKAN KESEMPATAN PROGRAM INI
Niatkanlah Ibadah Anda Dengan Program
Armina Utama Sukses ( ARUS )
 
Anda Dapat Langsung Mendaftarkan Dengan Mengisi Formulir
Dan Membayar DP nya Dengan Mentransfer Ke Rekening Perusahaan PT ARMINAREKA PERDANA.
1.    Bank BCA                     No : 751-0172-820
2.  Bank BNI                      No : 0147752748
3.  Bank BRI                      No : 0528-01-000088-30-3
4. Bank Syariah Mandiri  No : 0690038383
5. Bank Mandiri     (US$) No : 156.0001408576
                                  Rp )  No : 156.0001408550

Bukti TransferAnda Email  Ke  anahidayati@ymail.com.
Dan Informasikan Ke  085 331 227 332

Segera Daftarkan Diri Anda  !!!

Senin, 28 Januari 2013

Hargai Cinta, Sebelum kau Ditinggalkan Cinta

CERITA PAGI: 10 TAHUN AKU MEMBENCI SUAMIKU

Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :
Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.

Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.

Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.

Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.

Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.

Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.

Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas.

Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.

“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.

Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”

“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat, kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon.

Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi.

Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.

Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.
Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “Selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera.

Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.

Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya.
Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.

Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama.

Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat.

Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.

Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai.

Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.

Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.

Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu.

Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.
Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana.

Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.

Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah
karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas.

Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.

Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya.
Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.

Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.

Istriku Liliana tersayang,
Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.

Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.

Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.

Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!

Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note. Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.
Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.

Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”

Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”
Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”

Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”

Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu Tulus.

Peluang Usaha "Cara Mudah Menuju Baitulloh Tanpa Kendala Biaya"


PT ARMINAREKA PERDANA
penyelenggara perjalanan umroh dan haji
no izin Umroh D/146 tahun 2012 dan no izin Haji D/230 tahun 2012

PT Arminareka telah mendapatkan sertifikat dari Dewan Syariat Nasional
MUI sebagai lembaga bisnis syari'at,
kemudian sertifikat AMPHURI (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia)
dan juga sertifikat dari IATA (International Air Transport Asosiation)

PT Arminareka mempunyai visi :
  1. mengajak masyarakat untuk melaksanakan haji dan umroh
  2. meningkatkan taraf hidup keluarga dan masyarakat
  3. memberikan solusi
untuk itu, perusahan kami mengadakan sebuah Program solusi
"langkah mudah menuju baitulloh tanpa kendala biaya"

bagaimana caranya ???
  1. harus mempunyai NIAT yang KUAT untuk melaksanakan ibadah haji/umroh
  2. mengisi formulir dan fotocopy KTP (scan KTP)
  3. melakukan pembayaran DP atau Tanda Jadi
  • 3,5jt untuk umroh
  • 5jt untuk haji
dengan membayar DP ini, maka anda akan mendapat
  1. asuransi (kartu perlindungan) selama 1 tahun dan dapat diperpanjang = Rp.100.000 / tahun
  2. Id card + staterkit (berisi legalitas perusahaan)
  3. souvenir (souvenir pendaftaran dan souvenir keberangkatan)
  4. voucher, 350 USD untuk umroh dan 500 USD untuk haji
  5. hak usaha
keterangan :
no 4. voucher tersebut, berlaku tanpa batas waktu dan dapat diwariskan
    kegunaan voucher : sebagai pengurang biaya paket umroh/haji yang harus dibayar pada saat keberangkatan.

contoh :
biaya umroh              USD 2.150
voucher DP               USD    350
sisa pembayarannya  USD  1.800


biaya haji                   USD 8.000
voucher DP               USD    500
sisa pembayarannya  USD  7.500

sisa pembayaran dapat dilakukan dengan cara :
  1. Cash / langsung bayar lunas dan langsung menentukan keberangkatan. 
  2. Cicil / angsuran (bisa langsung mengangsur ke perusahaan min 500rb/bulan atau mencicil sendiri dirumah dengan cara menabung, dan kalau sudah mencukupi baru disetor ke perusahaan)
  3. referensi (menjalankan hak usaha (point 5 setelah melakukan DP)).

Hak Usaha adalah hak yang diberikan perusahaan kepada setiap jama'ah untuk memasarkan
produk haji dan umroh. dan apabila dapat mereferensikan jama'ah ke perusahaan maka akan mendapatkan
komisi sebagai berikut :
komisi referensi umroh 1,5jt/jama'ah, referensi haji 2,5jt/jama'ah
(jika posting hari senin setiap minggunya, hasil diberikan/ditranfer pada hari kamis).

kemudian dari hasil komisi inilah anda bisa mengumpulkan uang untuk melakukan pelunasan biaya umroh/haji.
jadi anda hanya modal DP dan tenaga tuk mereferensikan jama'ah ( 8-10 jama'ah tuk umroh dan
22-25 orang tuk haji plus),  maka anda sudah bisa berangkat haji/umroh.


Nah kelebihan/keuntungan yang lain.
setelah anda berangkat dan pulang haji/umroh, anda tetap mereferensikan orang untuk
melaksanakan umroh/haji di perusahaan kami,
maka anda akan tetap mendapatkan komisi (seperti diatas), dan komisi ini HALAL
bisa anda gunakan untuk pergi haji/umroh lagi, atau untuk keperluan lain yang anda inginkan.
semakin banyak anda mereferensikan orang tuk menjadi jama'ah haji/umroh di perusahaan kami
maka semakin banyak pula komisi yang anda dapatkan. dan anda dapat mewujudkan impian/keinginan anda.

dengan cara inilah, perusahaan mewujudkan visi dan misi no 2
"meningkatkan taraf hidup keluarga dan masyarakat".


demikian, penjelasan singkat tentang PT Arminareka dan Program solusinya.
"langkah mudah menuju baitulloh tanpa kendala biaya.

info lebih lanjut bisa hubungi di nomer : 085 331 227 332
email     : anahidayati@ymail.com
website : http://solusihajiplus.weebly.com/
              http://umrohonline.com/keunggulan/

atau langsung inbox aq/coment.

salam dan terimakasih telah membaca.

Kamis, 08 Desember 2011

Cara Mengatasi Penyakit Cacar Air

Cacar air merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virusvaricella-zoster. Penularannya dapat melalui udara, cairan pernafasan, atau kontak langsung dengan kulit penderita cacar. (wikipedia).

Gejala Cacar Air
Cacar air biasanya ditandai dengan timbulnya demam ringan, sakit kepala, pilek, nafsu makan berkurang, dan munculnya bintik merah pada kulit yang berbentuk gelembung dan berisi cairan (ruam). Ruam tersebut umumnya terasa gatal dan nyeri.
Banyak yang beranggapan kalau cacar air hanya akan menyerang satu kali seumur hidup, padahal cacar air dapat menyerang siapa saja, termasuk yang sudah pernah terkena cacar sekalipun, meskipun kemungkinannya kecil.

Perawatan Cacar Air
Untuk merawat penderita cacar air, simak tips berikut:
- Mandi dengan air hangat.
- Taburi bedak anti gatal pada bagian kulit yang terkena cacar.
- Ganti baju lebih sering.
- Jangan menggaruk bagian yang terkena cacar.

Obat Tradisional Cacar Air
Untuk mengobati cacar air, dapat menggunakan resep obat herbal berikut:

Obat Cacar Air (Topikal)
Untuk pemakain luar, gunakan campuran kunyit dengan daun asam jawa secukupnya yang sebelumnya telah dicuci dan dihaluskan. Kemudian oleskan pada bagian kulit yang terkena cacar air.

Obat Cacar (Oral)
Untuk obat minum, dapat menggunakan 2 buah mengkudu matang yang telah di jus. Lalu minum ramuan tersebut sebanyak 2 kali sehari.

Penyakit Cacar Air ( Cangkrang )

Cacar air atau Varicella simplex adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster. Penyakit ini disebarkan secara aerogen.

Masa inkubasi 

Waktu terekspos sampai kena penyakit dalam tempo 2 sampai 3 pekan. hal ini bisa ditandai dengan badan yang terasa panas.

Gejala

Pada permulaannya, penderita akan merasa sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu, dan lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus. Pada kasus yang lebih berat, bisa didapatkan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Beberapa hari kemudian timbullah kemerahan pada kulit yang berukuran kecil yang pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut atau punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah.
Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis. Ruam kulit ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk tak sengaja. Jika lenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap (hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi.
Lain halnya jika lenting cacar air tersebut dipecahkan. Krusta akan segera terbentuk lebih dalam sehingga akan mengering lebih lama. kondisi ini memudahkan infeksi bakteri terjadi pada bekas luka garukan tadi. setelah mengering bekas cacar air tadi akan menghilangkan bekas yang dalam. Terlebih lagi jika penderita adalah dewasa atau dewasa muda, bekas cacar air akan lebih sulit menghilang.

Waktu karantina yang disarankan

Selama 5 hari setelah ruam mulai muncul dan sampai semua lepuh telah berkeropeng. Selama masa karantina sebaiknya penderita tetap mandi seperti biasa, karena kuman yang berada pada kulit akan dapat menginfeksi kulit yang sedang terkena cacar air. Untuk menghindari timbulnya bekas luka yang sulit hilang sebaiknya menghindari pecahnya lenting cacar air. Ketika mengeringkan tubuh sesudah mandi sebaiknya tidak menggosoknya dengan handuk terlalu keras. Untuk menghindari gatal, sebaiknya diberikan bedak talk yang mengandung menthol sehingga mengurangi gesekan yang terjadi pada kulit sehingga kulit tidak banyak teriritasi. Untuk yang memiliki kulit sensitif dapat juga menggunakan bedak talk salycil yang tidak mengandung mentol. Pastikan anda juga selalu mengonsumsi makanan bergizi untuk mempercepat proses penyembuhan penyakit itu sendiri. Konsumsi buah- buahan yang mengandung vitamin C seperti jambu biji dan tomat merah yang dapat dibuat juice.

Pencegahan

Imunisasi tersedia bagi anak-anak yang berusia lebih dari 12 bulan. Imunisasi ini dianjurkan bagi orang di atas usia 12 tahun yang tidak mempunyai kekebalan.Penyakit ini erat kaitannya dengan kekebalan tubuh.

Pengobatan

Varicella ini sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan adanya serangan berulang saat individu tersebut mengalami panurunan daya tahan tubuh. Penyakit varicella dapat diberi penggobatan "Asiklovir" berupa tablet 800 mg per hari setiap 4 jam sekali (dosis orang dewasa, yaitu 12 tahun ke atas) selama 7-10 hari dan salep yang mengandung asiklovir 5% yang dioleskan tipis di permukaan yang terinfeksi 6 kali sehari selama 6 hari. Larutan "PK" sebanyak 1% yang dilarutkan dalam air mandi biasanya juga digunakan.
Setelah masa penyembuhan varicella, dapat dilanjutkan dengan perawatan bekas luka yang ditimbulkan dengan banyak mengonsumsi air mineral untuk menetralisir ginjal setelah mengonsumsi obat. Konsumsi vitamin C plasebo ataupun yang langsung dari buah-buahan segar seperti juice jambu biji, juice tomat dan anggur. Vitamin E untuk kelembaban kulit bisa didapat dari plasebo, minuman dari lidah buaya, ataupun rumput laut. Penggunaan lotion yang mengandung pelembab ekstra saat luka sudah benar- benar sembuh diperlukan untuk menghindari iritasi lebih lanjut.

Jumat, 11 November 2011

Sukses selagi muda di d’BCN

Ketika teman-teman saya mengejar pekerjaan di perusahaan yang bagus dan bergengsi, saya justru tidak bersemangat melamar kerja.  Bukan karena saya tidak kompeten (fyi: IP 3.3, aktif organisasi, dan TOEFL prediction 533), melainkan karna saya yakin, PASTI ADA cara lain untuk mencari penghasilan, tanpa ngantor.  “Pekerjaan” yang level kerja kerasnya sama (atau bisa jadi lebih ringan), tapi dengan penghasilan berkali lipat dibanding gaji kantoran.

Mungkin jawabannya adalah bisnis.  Bisnis apa?  Saya gak ada pengetahuan berbisnis, juga gak tau apa yang bisa di-bisnis-kan.
Saya lalu dipertemukan dengan dBCN.  Pertama kali memang hanya tertarik untuk membeli produk Oriflame, tapi begitu saya tau sistemnya: website replika,  autoresponder, sistem online, internet marketing, saya yakin ini akan berhasil.  Kenapa? Karena saya merasa gak pinter ngomong, gak bisa jualan, down kalo ditolak, DAN internet adalah alat yang tepat untuk “ketemu” banyak orang.  Semuanya bisa dipelajari.
Lalu, mau ngga mau, saya terima juga 1 pekerjaan kantoran yang saya anggap sementara.  Toh dBCN pun masih bisa disambi, saking fleksibelnya bisnis ini :D Perlahan, kerja kantoran di siang hari dan bisnis dBC di malam hari, gaji saya di dBCN-Oriflame semakin naik, sementara gaji kantor saya segitu-segitu aja dari awal.  Sampai pada titik ini, saya beranikan resign dari kantor.  Resign dari pekerjaan pertama (dan semoga terakhir) saya setelah lulus kuliah, untuk lebih serius lagi berbisnis di dBCN.
Saat ini saya di level Director dengan bonus 5jt-an perbulan plus cash award 7 juta dan masih akan naik, naik, dan naik lagi..
Kenapa saya berani resign?
Karena saya tau, masa depan saya gak cuma butuh uang.  Gak cuma butuh nabung di rekening.  Tapi juga nabung waktu.  Saya punya rencana-rencana masa depan (menikah, beli rumah sendiri, beli mobil sendiri) dan juga ingin punya waktu untuk orangtua, suami (nantinya), terutama: anak.  Fenomena yg saya amati sekarang, banyak ibu muda tetep kerja kantoran meninggalkan putra/putrinya, bukan karena ingin bekerja tapi karena butuh, karena alasan ekonomi yang makin mendesak, dan gaji suami ngga cukup.  Coba lihat kiri-kanan, ada berapa yang kasusnya sama di lingkunganmu?
Lain lagi yang saya amati di dBCN, banyak ibu muda yang berani resign dengan alasan bisa mengurus putra/putrinya namun bonusnya di dBCN sudah mengalahkan nominal gaji kantorannya.  Gak cuma itu, mereka punya waktu lebih banyak untuk mereka sendiri, juga untuk keluarga.
Saya belum jadi seorang ibu, belum menikah juga. Tapi kalau sudah banyak contoh sukses dan cerita dengan permasalahan yang kurang lebih sama, kenapa harus menunggu sampai butuh?
Yuk, ambil alih kendali hidupmu dimasa depan nanti!
Annissa Sagita, 25th, Director