Membiarkan anak tidur lebih malam dari biasanya saat musim liburan mungkin itu yang sebagian orangtua lakukan. Namun sebaiknya hal itu jangan dilakukan karena anak usia sekolah membutuhkan waktu istirahat 10-12 jam per hari. Dan jika anak-anak kurang waktu istirahatnya maka akan berdampak buruk pada anak itu sendiri.
Sebaiknya para orangtua tetap membatasi kegiatan anak yang menyebabkan anak kurang istirahatnya seperti menonton televisi, bermain video atau komputer. Berikut bebrapa efek buruk yang ditimbulkan jika anak kurang istirahat, diantaranya:1.Kurang konsentrasi akibat kelelahan
2. Mudah marah
3. Menurunnya nilai IQ karena tingkat daya mengingatnya akan semakin menurun.
4. Masalah emosional yang disebabkan oleh meningkatnya kadar hormon setrs kortisol sehingga memungkinkan ia mengalami masalah yang berkaitan dengan depresi dan kecemasan.
5. Masalah dengan berat badan yang dibuktikan oleh Studi dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health menemukan anak yang kurang tidur berisiko mengalami obesitas yaitu sekitar 92 persen.
6. Berisiko diabetes karena setiap kekurangan waktu tidur sebanyak 2 jam dalam 1 minggu berkaitan dengan peningkatan kadar pro inflammatory cytokins dan low grade inflammation yang dapat mempengaruhi resistensi insulin sehingga meningkatkan risiko diabetes.
7. Berpotensi ADHD (hiperaktif). Jika anak kurang tidur jika akan berakibat gelisah, mendengkur dan gangguan tidur lainnya yang menjadi kontribusi hiperaktif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar