Berikut ini beberapa strategi untuk mengatasi kemarahan pada anak :
1. Ketika anak mulai menjengkelkan dan membuat marah, tarik nafas dalam-dalam secara perlahan. Tindakan ini diarahkan dapat mencegah anda berkata kasar atau membentak si anak. Ulangi beberapa kali hingga perasaan sedikit tenang, sebelum anda mengatakan sesuatu atau berbuat apapun. Begitu tenang, otak pun akan berpikir lebih jernih sehingga anda mampu mengontrol apa yang akan anda bicarakan nantinya.
2. Saat amarah mulai memuncak, disinilah sulitnya mengontrol diri. Tetaplah untuk mengingat, bahwa anda sedang berhadapan dengan anak anda sendiri. Cobalah untuk memikirkan sifat-sifat positif yang ada pada diri si anak. Bayangkan betapa lucunya dia pada saat mulai belajar merangkak ataupun saat dia tertawa polos ketika anda hendak memotretnya. Mengingat hal-hal yang baik tentang anak, diyakini akan membantu anda meredakan kemarahan dan bertindak lebih terkontrol.
3. Setelah anda berhasil mengendalikan diri, ajaklah anak anda untuk bicara dari hati ke hati. Dalam momen ini, bersikaplah seperti teman. Usahakan posisi tubuh anda sejajar dengan tinggi badannya, tatap matanya lalu bicara dengan nada pelan. Tanyakan padanya alasan dia berbuat sesuatu yang membuat anda marah, pastikan apa yang menjadi keinginannya. Sebaliknya, jangan pernah menyuruhnya harus begini atau begitu.
4. Belajarlah lebih peka terhadap perasaan anak. Kenali apa yang ditakutinya, keinginan, ketertarikan dan apa yang tidak disukainya. Dengan memahami pribadi anak, maka anda akan bisa menyikapi masalah sesuai sudut pandang si anak.
5. Kalaupun memang rasa marah tersebut sepertinya tidak bisa ditahan lagi, pergilah menjauh sebentar sebelum memulai pembicaraan dengan anak. Sementara tinggalkan dia ke ruangan lain, jernihkan pikiran sebentar. Setelah jauh lebih tenang, anda bisa melanjutkan berkomunikasi lagi dengan anak anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar